Langsung ke konten utama

Perjodohan Sejak SMP 7/7 END

Tema              :  Perjodohan

Genre             : Romantis, Islamic

Dibuat            : 11 Januari 2021

Jumlah Kata   : 439 kata

 

BAGIAN 7

Aku dan Hanif sudah satu bulan menikah. Kadang kami masih tidak percaya secepat ini Allah mempersatukan kami yang sudah terputus komunikasi sekian lama.

Kami memutuskan untuk tinggal di Bandung lebih tepatnya di Dago. Kebetulan pekerjaan Hanif pindah ke Bandung dan pekerjaanku memang fleksibel. Bisa dilakukan secara online atau sesekali harus coaching langsung ke Jakarta.

Setelah kami menikah, Hanif baru menceritakan hubungannya dengan Andin. Bahwa Andin sudah menyukainya sejak SMP. Bisa dibilang Andin terobsesi dengan Hanif. Andin sengaja memilih SMA yang sama dengan Hanif walaupun itu harus menyogok kepala sekolahnya. Ia juga masuk ke kampus yang sama dengan Hanif.

Ketika Hanif datang ke kampusku, ia berhasil lepas dari Andin. Bahkan ia memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya di ITB. Andin begitu posesif. Sedikit saja Hanif bercerita tentangku Andin akan langsung marah dan terkadang memukulnya.

Awalnya memang Hanif merasa nyaman dengan Andin. Namun setelah mereka sangat dekat Andin mengeluarkan sifat aslinya. Hanif bertahan dengan Andin karena Andin mengancam akan membunuhku jika Hanif berani untuk kembali kepadaku. Hanif memilih untuk menurutinya daripada harus mencelakakan aku walaupun ia harus mengorbankan hatinya.

Keadaan lebih parah ketika Andin tau bahwa Hanif menemuiku di KFC bersama Tania. Bahkan Andin juga akan membunuh Tania. Hanif panik, sehingga Hanif menjanjikan pernikahan kepada Andin. Tak lama dari sana Hanif bertunangan dengan Andin.

Sepulang dari rumahku dan mengetahui bahwa aku akan menikah. Hanif memang sangat jatuh. Ia mengatakan kepada Andin, "Udah puas ngancurin hidup gue?"

Andin melunak. Andin bilang akan melepaskannya. Namun Hanif harus ikut dengannya ke suatu tempat.

"Dia gila, Na. Dia mengajak Mas untuk bunuh diri. Katanya lebih baik mati bersama daripada Mas terus mencintaimu."

"Sebegitu cintanya dia sama kamu, Mas?" tanyaku tak habis pikir.

"Itu bukan cinta namanya, dia terobsesi untuk miliki Mas mu ini." jawabnya.

"Terus gimana, Mas?"

"Di lampu merah dia mau menabrakkan diri pada truk yang mau melaju. Untungnya truk itu ada di paling kanan jalan, jadi Mas rasa mas bisa menghindar membanting stir ke kiri. Tapi Andin terlalu kuat. Kami masih terserempet truk itu. Mas langsung keluar dari mobil sebelum truk itu runtuh di atas mobil kami, namun sayang mas malah ketabrak motor." jelas Hanif panjang lebar.

"Ngeri, Mas. Una ga nyangka Mas melalui masa sulit seperti itu. Dan lagi-lagi itu untuk melindungi Una." jawabku.

"Maafkan Mas ya sudah merebut posisi Anwar di hari pernikahan itu."

"Bukan Mas yang merebut. Bang Anwar yang melepaskan. Abang sangat gentle ketika melepaskan cincinnya dan melingkarkan cincin itu di jari Mas Hanif." ucapku memuji Anwar.

"Oh jadi Anwar lebih gentle dibanding mas mu ini? Dan stop manggil dia abang. Mas ga suka." katanya

Satu tahun kemudian kami diberi amanah seorang anak perempuan yang kemudian kami beri nama Tania.

* * S E L E S A I * *

 

Kembali ke Awal Cerita 

 

Komentar